Aksi Bergizi di MA Tsuroyya, Dinkes Dorong Remaja Biasakan Hidup Sehat

**Kediri, 23 September 2026** — Dinas Kesehatan menggelar **Aksi Bergizi** di Pondok Pesantren Tsuroyya Al Fatih, MA Tsuroyya, Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kampanye dan penggerakan masyarakat untuk membangun kebiasaan hidup sehat, khususnya di lingkungan madrasah dan pondok pesantren.
Aksi Bergizi dalam kegiatan tersebut diarahkan pada tiga aspek utama, yakni **peningkatan literasi Tablet Tambah Darah (TTD), aktivitas fisik, serta pemahaman mengenai konsumsi makanan dengan gizi seimbang**. Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kesehatan sejak usia remaja.
Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah edukasi mengenai **Tablet Tambah Darah (TTD)**. Para peserta diberikan pemahaman mengenai manfaat TTD serta pentingnya memenuhi kebutuhan gizi tubuh. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan memperhatikan kecukupan zat gizi dalam kehidupan sehari-hari.
Selain edukasi TTD, peserta juga diajak memahami pentingnya **aktivitas fisik** sebagai bagian dari perilaku hidup sehat. Aktivitas fisik secara rutin tidak hanya menjadi bagian dari pola hidup sehat, tetapi juga diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan secara konsisten oleh para peserta, baik di lingkungan madrasah maupun pondok pesantren.
Materi mengenai **gizi seimbang** turut diberikan melalui sesi review. Dalam sesi tersebut, peserta kembali diajak memahami pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi, dan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pemahaman tersebut menjadi penting agar remaja mampu membangun kebiasaan makan yang mendukung kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Untuk memperkuat aspek pencegahan dan deteksi dini, kegiatan Aksi Bergizi juga dilengkapi dengan **skrining kesehatan**. Melalui skrining tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai kondisi kesehatan masing-masing.
Dalam pelaksanaan kegiatan, **dr. Endang** turut memberikan pendampingan serta edukasi kesehatan kepada para peserta. Kehadiran tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan perilaku hidup sehat.
Aksi Bergizi tidak hanya berfokus pada peserta didik. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun **komitmen bersama pihak MA Tsuroyya** agar penerapan dan pengembangan perilaku hidup sehat dapat dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan madrasah.
Komitmen lingkungan pendidikan dinilai penting karena pembentukan perilaku sehat membutuhkan dukungan dan pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus. Dengan demikian, edukasi kesehatan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari budaya hidup sehari-hari di lingkungan madrasah dan pondok pesantren.
Melalui Aksi Bergizi, Dinas Kesehatan mendorong agar pengetahuan mengenai TTD, aktivitas fisik, dan gizi seimbang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan tersebut diharapkan turut mendukung terbentuknya generasi muda yang **sehat, aktif, dan produktif**.
Pelaksanaan Aksi Bergizi di MA Tsuroyya sekaligus memperkuat peran lingkungan pendidikan dalam membangun kesadaran kesehatan masyarakat. Sinergi antara tenaga kesehatan, madrasah, pondok pesantren, dan peserta didik menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang semakin peduli terhadap kesehatan serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat.
