Akses TPA Gunung Klotok Diblokade, Layanan Angkut Sampah di Kota Kediri Terganggu

KEDIRI — Akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Klotok diblokade puluhan warga Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, selama enam hari terakhir. Dampaknya, truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) tidak dapat beroperasi, sehingga layanan pengangkutan sampah di sejumlah wilayah Kota Kediri terganggu.
Warga pun merasakan langsung dampaknya. Hadi, warga Kelurahan Mrican, mengaku sampah rumah tangganya menumpuk karena petugas tidak lagi melakukan pengambilan sejak akses ke TPA ditutup. Ia menyebut petugas terpaksa menghentikan layanan karena truk pengangkut tidak bisa masuk ke lokasi.
Kepala DLHKP Kota Kediri, Indun Munawaroh, menyampaikan permohonan maaf atas kondisi tersebut. Ia menegaskan gangguan layanan bukan akibat kelalaian pemerintah, melainkan situasi di lapangan yang tidak memungkinkan. Penutupan akses juga menyebabkan penumpukan sampah di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Terkait tuntutan warga, Indun meluruskan isu yang beredar mengenai janji kompensasi Rp2 juta per kepala keluarga dari Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar. Meski demikian, Pemkot Kediri tetap berkomitmen memberikan kompensasi kepada warga terdampak sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang telah berjalan sejak 2009.
Pemerintah kota saat ini mengedepankan dialog untuk menyelesaikan persoalan. Mediasi dengan perwakilan warga terus dilakukan dengan harapan akses menuju TPA Gunung Klotok dapat segera dibuka kembali, sehingga layanan pengangkutan sampah kembali normal.
Diketahui, aksi pemblokadean jalan menuju TPA Gunung Klotok telah berlangsung sejak Selasa (2/4/2026). Warga menuntut pencairan kompensasi yang mereka yakini pernah dijanjikan.
