RSUD Dr. Iskak PKRS Bersama Irna Bougenville Edukasi Epilepsi – Bukan Sekadar Penyakit, Tetapi Perjalanan Hidup

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Iskak melalui program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bersama Irna Bougenville mengadakan kegiatan edukasi mengenai epilepsi dengan tema “Epilepsi: Bukan Sekadar Penyakit, tetapi Perjalanan Hidup yang Membutuhkan Dukungan dan Empati.” Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang epilepsi sekaligus mengurangi stigma dan diskriminasi yang masih sering diterima oleh para penyandangnya.

Epilepsi sering disalahpahami sebagai penyakit menular, gangguan kejiwaan, atau kondisi yang tidak dapat disembuhkan. Padahal, epilepsi adalah gangguan pada sistem saraf yang ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik otak yang tidak normal. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, tanpa memandang usia ataupun latar belakang.

 

Pada kegiatan tersebut, tenaga kesehatan memberikan penjelasan tentang gejala, penanganan saat kejang, serta pentingnya pengobatan yang teratur. Selain itu, disampaikan pula bahwa dukungan keluarga, lingkungan, dan masyarakat sangat berpengaruh pada kualitas hidup penyandang epilepsi.

Tidak kalah penting, empati dan pemahaman menjadi kunci dalam membantu mereka menjalani kehidupan yang lebih baik. Masyarakat diharapkan tidak lagi memandang epilepsi sebagai sesuatu yang menakutkan atau memalukan, melainkan kondisi medis yang bisa dikelola dengan baik.

 

Dengan adanya edukasi ini, RSUD Dr. Iskak dan Irna Bougenville berharap munculnya lingkungan yang lebih inklusif, sehingga penyandang epilepsi dapat hidup dengan penuh percaya diri, tanpa rasa takut akan diskriminasi. Karena ketika kita memahami, kita dapat membantu. Dan ketika kita peduli, kita ikut memperkuat harapan mereka untuk terus melangkah.Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Iskak melalui program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bersama Irna Bougenville mengadakan kegiatan edukasi mengenai epilepsi dengan tema “Epilepsi: Bukan Sekadar Penyakit, tetapi Perjalanan Hidup yang Membutuhkan Dukungan dan Empati.” Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang epilepsi sekaligus mengurangi stigma dan diskriminasi yang masih sering diterima oleh para penyandangnya.

 

Epilepsi sering disalahpahami sebagai penyakit menular, gangguan kejiwaan, atau kondisi yang tidak dapat disembuhkan. Padahal, epilepsi adalah gangguan pada sistem saraf yang ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik otak yang tidak normal. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, tanpa memandang usia ataupun latar belakang.

 

Pada kegiatan tersebut, tenaga kesehatan memberikan penjelasan tentang gejala, penanganan saat kejang, serta pentingnya pengobatan yang teratur. Selain itu, disampaikan pula bahwa dukungan keluarga, lingkungan, dan masyarakat sangat berpengaruh pada kualitas hidup penyandang epilepsi.
Tidak kalah penting, empati dan pemahaman menjadi kunci dalam membantu mereka menjalani kehidupan yang lebih baik. Masyarakat diharapkan tidak lagi memandang epilepsi sebagai sesuatu yang menakutkan atau memalukan, melainkan kondisi medis yang bisa dikelola dengan baik.

 

Dengan adanya edukasi ini, RSUD Dr. Iskak dan Irna Bougenville berharap munculnya lingkungan yang lebih inklusif, sehingga penyandang epilepsi dapat hidup dengan penuh percaya diri, tanpa rasa takut akan diskriminasi. Karena ketika kita memahami, kita dapat membantu. Dan ketika kita peduli, kita ikut memperkuat harapan mereka untuk terus melangkah.