Survei dan Pengawasan Makanan Takjil di Desa Grogol Kabupaten Kediri Jawa Timur

Kabarampera.com, KEDIRI – Dalam rangka memastikan keamanan pangan selama bulan Ramadan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri melaksanakan kegiatan survei dan pengawasan makanan takjil di Desa Grogol, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kegiatan ini dilakukan secara langsung di lapangan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari potensi bahaya bahan pangan yang tidak layak konsumsi.
Survei tersebut menyasar sejumlah pedagang takjil yang menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Dari kegiatan pengawasan ini, petugas mengambil sebanyak 20 sampel makanan dan minuman untuk dilakukan pengujian cepat (rapid test). Pengujian difokuskan pada empat parameter bahan berbahaya yang dilarang dalam pangan, yaitu boraks, Rhodamin B, formalin, dan metanil yellow.
Kepala tim pengawasan menyampaikan bahwa secara umum hasil pengujian menunjukkan kondisi yang cukup baik. Namun demikian, dari 20 sampel yang diperiksa, masih ditemukan satu sampel yang dicurigai mengandung pewarna tekstil Rhodamin B. Meski demikian, temuan tersebut masih bersifat dugaan awal berdasarkan uji cepat di lapangan.
“Dari 20 sampel yang kami lakukan pengujian, terdapat satu sampel yang dicurigai mengandung pewarna tekstil Rhodamin B. Namun ini masih sebatas indikasi awal. Untuk memastikan kandungannya, selanjutnya akan dilakukan uji laboratorium secara lebih mendalam,” ujar Andhika selaku Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) Badan POM.
Ia menambahkan bahwa langkah selanjutnya tidak hanya berhenti pada pengujian laboratorium. Pihaknya bersama Dinkes Kabupaten Kediri akan melakukan pembinaan kepada pedagang terkait. Penelusuran akan dilakukan untuk mengetahui apakah produk tersebut diolah secara mandiri oleh pedagang atau merupakan produk dari pihak lain atau pabrik.
“Kami akan melakukan pembinaan kepada pedagang yang bersangkutan. Akan kami telusuri apakah produk tersebut dibuat sendiri atau berasal dari pabrik. Jika nantinya ditemukan pelanggaran dan pedagang tetap tidak kooperatif, maka akan kami berikan tindakan yang lebih tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Andhika.

Dinkes Kabupaten Kediri berharap melalui kegiatan pengawasan rutin ini, masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam mengonsumsi makanan takjil. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk edukasi bagi para pedagang agar lebih memperhatikan aspek keamanan dan kelayakan pangan yang dijual kepada masyarakat.
Dengan adanya survei dan pengawasan ini, diharapkan kualitas makanan yang beredar di tengah masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan, tetap terjaga dan bebas dari bahan berbahaya. Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi makanan yang mencurigakan.
